Wednesday, March 18, 2015

IBU SELALU TAHU

Tiap kali menatap wajah ibu, hatiku akan bersimbah cinta. Menelusuri tiap lekuk garis wajahnya yang menua. Mengamati tiap helai rambutnya yang memutih. Ku pandang ibu dalam lelap tidurnya. Duhai Rabb, betapa mulia Engkau ciptakan dia. Entah darimana Engkau bentuk hatinya yang begitu tulus.

Ku raba tangannya yang mulai keriput, tangan kasar namun bertabur berkah.. Ku ingin menciumnya agar berkah itu mengalir padaku..

Duhai Penguasa Jagad Raya..
Alangkah tegar dia Kau bentuk, namun betapa lembut kasihnya Kau curahkan..

Ibu…
Menggoreskan tentangmu, tak akan ada kata yang mampu mewakilkannya
Menggambarkan indahmu tak ada tinta yang mampu mewarnai sucimu
Menguntai kata terindah untukmu tak akan ada pujangga yang mampu menuliskan keagunganmu

Ibu…
Bisa apa aku tanpamu?

Saat ku gelisah, kau tau ada yang mengganggu fikirku..
Dan belaianmu mampu menenangkanku

Saat ku menangis, kau tahu ada yang mengusik hatiku
Dan senyumanmu akan mendamaikan qalbuku

Ketika malam tiba, kau tahu ku takut gelap
Dan aku akan segera mendapatkan pelukanmu, hingga sirna sudah takutku

Ketika ku sakit, ibu tahu penderitaanku, dan ku yakin dia merasakan jauh lebih sakit dari yang ku rasakan. Akan ku temukan raut sedih dan air mata tiap menatapku yang lemah..

Ibu tahu betapa sedihnya aku ketika ku gagal meraih apa yang ku inginkan, dan dia akan memacu semangatku lagi

Ibu tahu saat ku jatuh cinta, dan senyumnya akan menggodaku, namun nasihatnya membuatku tak berani melangkah terlalu jauh

Ibu tahu ketika ku lelah, pijatannya mampu mengantarku dalam tidur yang lelap..
Ibu tahu tiap detail kesukaanku, dan apa yang tak ku suka..
Ibu tahu semua makanan favoritku..

Ibu tahu saat ku begadang mengerjakan tugas-tugasku dulu, dan akan ku temukan segelas susu atau kopi hangat di atas mejaku

Ibu tahu, aku begitu sibuknya dan tak sempat membereskan kamar dan pakaian kotorku sehingga dia yang mengerjakan semuanya

Ibu tahu ketika ku pulang, aku akan begitu laparnya sehingga tiap ku tiba, di meja telah tersaji makanan favoritku..

Ketika ku jauh dari ibu, ibu tahu saat ku rindu padanya maka tak lama HP ku akan berdering dan ibulah yang meneleponku

Saat ku sakit ibu tahu, dan jauh disana ibupun akan gelisah
Ibupun tahu betapa besarnya cintaku padanya

Walau…

Aku tak pernah tau, bila ibu sakit, aku tetap lelap dalam tidurku
Dan ibu akan tertatih meraba mencari obat sendiri untuk mengatasi sakitnya

Aku tak pernah tau, bila ibu galau dan aku mengabaikan keluhannya
Dan ibu akan memikirkan masalahnya sendiri

Aku tak pernah tau, ketika ibu lelah mengurusi semua kebutuhanku dan tak ku pedulikan rintihan pegal badannya. Dan ibu akan mengatasi pegalnya dengan mencoba memijat dirinya sendiri

Aku tak pernah tau jika ibu melarangku, itu untuk kebaikanku
Dan aku berlalu dari hadapannya dengan wajah tertekuk, dan ibu terluka..

Aku tak pernah tau, jika ibu mengomel, itu semua agar aku tak melakukan kesalahan yang sama lagi. Namun ku membalas dengan kata-kata yang mampu melukai hatinya.

Aku tak pernah tau, betapa takutnya ibu kehilangan aku, saat aku memutuskan untuk menikah
Dan setelahnya ku sibukkan diriku dengan keluarga baruku, dan mengabaikan ibu dalam sendirinya




Ibu…
Selalu tahu…
Namun aku…
Tak pernah tahu…

Tuesday, March 17, 2015

BERJUTA KASIH DARIMU, IBUKU

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ibu selalu menyuruhku mengerjakan tugas-tugas rumah, seperti menyapu lantai dan mengepelnya setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku diharuskan membantunya memasak di pagi buta, sebelum bapak bangun. Bahkan sepulang sekolah, ibu tak mengizinkanku bermain sebelun semua pekerjaan rumah di bereskan.
Sehabis makan, akupun harus mencucinya sendiri. Juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tidak jarang aku merasa kesal dengan semua beban yang diberikannya, hingga setiap kali mengerjakannya aku selalu bersungut-sungut.

Kini setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ibu melakukan itu semua. Karena ibu tau, kelak aku juga aan menjadi istri dari suamiku dan ibu dari anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku dulu. Tanpa aku sadari, ibu telah melatih diriku tuk siap menjadi dirinya kelak ketika aku telah bertemu pasangan hidup. Terima kasih ibu, karena engkaulah aku menjadi istri yang baik bagi suamiku dan ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ibu yang mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Dengan sabar pula ia menunggu. Sesekali ku lihat dari jendela kelas, ia masih duduk di seberang sana. Ia tak peduli dengan setumpuk pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, mentari ataupun hujan, juga rasa jenuh dan bosannya menunggu. Yang penting baginya ialah melihat senyum kecilku mewarnai harinya dan ibu menungguku hingga bel berbunyi.
Kini, setelah aku beranjak dewasa, apa yang ku lakukan? Aku malah sering meninggalkannya bermain bersama teman-teman, bepergian. Bahkan telah berucap kata-kata dusta untuknya, amarah yang acuhkan kekhawatiran jiwanya. Aku tak sadar ia sembunyikan sakitnya di balik senyum indahnya. Aku larut dalam kesenanganku, tak tau ketika ia sakit, ketika ia membuthkan pertolonganku dan disaat tubuhnya melemah.
Wahai ibu…ampunilah aku.

Di usiaku yang beranjak dewasa, aku sering merasa malu berjalan bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang ku anggap kuno, jelas tak serasi dengan penampilanku yang trendi dan gaul. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya berjalan satu, dua meter di depannya agar orang tak menyangka aku sedang bersamanya. Sungguh hina sang jiwa jika mengingatnya!
Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tidak pernah memikirkan penampilannya. Ia jarang membeli pakaian baru apalagi perhiasan. Ia sisihkan semua itu untuk membelikanku pakaian yang bagus agar aku terlihat cantik. Ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa uang belanja bulanannya. Padahal aku tau, ibu dengan penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang telah mengajariku berjalan. Ia yang mengangkat tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat saat aku menangis. Pantaskah aku acuhkan derai jiwamu?

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi, aku merasa semakin jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas dan berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan hingga tak mengerti apa-apa. Hingga kemudian komunikasi yang berlangsung antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala tuntutan keperluan kampus lainnya. Inikah arti membalas kasihnya?

Usai wisuda sarjana, barulah aku mengerti, Ibu yang ku anggap bodoh, tak berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan seorang anak yang cerdas dan mampu meraih gelar sarjananya. Meski ibu bukanlah orang yang berpendidikan, tapi doa di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang sudah ku raih. Tanpamu ibu, aku tidak akan pernah menjadi aku yang sekarang. Aku hanya debu tanpa kasih dan cintamu.

Pada hari pernikahanku, ibu jua yang menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukkan bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu. Sesaat ku pandang senyumnya, begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari keindahan senyum pasanganku.
Usai akad nikah, Ibu langsung menciumku di saat aku bersimpuh di kakinya. Saat itulah aku menyadari, Ibu juga yang pertama kali memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.

Kini, setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi menjengukmu atau menanyai kabarmu.
Aku sangat ingin menjadi pendamping yang shalehah dan taat kepada pasanganku, hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku padamu, Ibundaku. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak aku baru mengerti bahwa segala kiriman uangku setiap bulannya, tak lebih berarti dibanding kehadiranku untukmu. Aku akan datang dan menciummu ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu kepadaku.

“Ya Allah, Engkau yang anugerahkan hamba kebahagiaan dari sentuhan seorang ibu. Jangan biarkan jarak dan waktu jauhkan jiwa hamba darinya. Jangan biarkan kesibukan lunturkan rasa hingga enggan menyapanya…”

“Ya Allah, begitu indah anugerah-Mu. Ialah sentuh syurga dari seorang ibu. Ia yang mengajarkan hamba cara menjalani waktu, walau terkadang jiwa enggan mematuhinya.
Ia yang mengenalkan hamba cara menyebut nama-Mu, jangan biarkan jiwa menjauh darinya meski hati telah temukan pendamping langkahku…”

Untuk tiap tetes jiwa yang lahirkan aku

Untuk tiap helaan nafas yang terhembus ciptakan senyumku

Sejuta kisah indah yang engkau ukir dan takkan mampu terbalaskan

Terimalah alunan hati buah hatimu

Aku yang takkan lelag mengingat sentuh kasihmu dalam alunan doaku


-Ibunda -

YA RABB...AKU MENCINTAI CARA-MU MENEGURKU

Ya Rabb… saatku bersedih, Kau hadirkan orang-orang terbaik tuk menghiburku. Kau hadirkan insan-insan berhati mulia yang senantiasa mengajarkanku tuk mencintai-Mu. Dan ku tahu Kau selalu ada di sampingku, tersenyum padaku.

Saat ku mulai lelah dengan perjalanan panjang tak berujung, lelah mengejar cita yang tak kunjung dapat ku gapai, Kau beri aku bingkisan indah, sebuah jalan terbaik yang tak pernah terpikir olehku. Dan saat ku mulai bimbang dengan pilihanku, Kau bimbing aku menuju cahaya-Mu.

Saat ku mulai malas berinteraksi dengan surat cinta-Mu, saat novel terlihat lebih menggiurkan tuk di lahap, saat facebook terlihat lebih menggoda untukku, saat otak begitu menuntutku tuk di isi dengan agenda permasalahan dunia, saat itulah Kau tegur aku. Saat itulah hati mulai terasa hampa. Namun tak Kau biarkan aku terbuai dengan pesona indahnya dunia yang hanya sementara. Kini ku sadari, kekuatanku ada saat ku dekat dengan surat cinta-Mu. Ketenangan hadir saat lantunan ayat-ayat-Mu ku baca. Dan ku sadari kebersihan hatiku hanya ku dapat saat jiwa ini tak lepas dari Al-Qur’an surat cinta-Mu yang begitu agung nan syahdu..

Saat diri ini mulai malas menunaikan berbagai amanah, saat tubuh ini begitu ingin diistirahatkan, saat jiwa petualangku begitu menuntut tuk lari bersama angin meninggalkan semuanya. Kembali Kau ingatkan aku bahwa kewajiban yang ada memang lebih banyak dari waktu yang tersedia. Kesenangan yang ku damba di dunia tak kan seberapa dibandingkan dengan kenikmatan abadi di akherat nanti yang telah disediakan oleh-Nya atas setiap pengorbanan dari insan yang rela berjuang di jalan-Nya. Kau ingatkan aku akan azab melalaikan amanah. Hingga kesenanganku menikmati kebebasan sirna seketika karena dihantui rasa bersalah hingga mengajakku kembali kepada-Mu. Kembali untuk mengemban segala amanah yang ada di pundakku.

Saat udara dingin mengurungkan niatku menemui-Mu di sepertiga malam, saat mataku terpejam terlalu dalam, saat tubuhku malas untuk bangkit. Saat itulah teguran itu mulai ku rasakan. Pagi yang cerah seolah kehilangan keceriaannya. Setiap kata yang terucap seolah jadi tak bermakna dan begitu hambar. Jangankan bisa menyentuh hati lawan bicara, hati sendiripun seolah kehilangan ruhnya.
Saat pikiranku mulai melayang dengan angan yang tak tentu arah. Saat mengingat-Mu tak lagi sempurna. Saat itulah Kau tegur segala kelalaianku. Kau buat aku menyadari betapa kecilnya anganku itu dan betapa besarnya cita-cita yang seharusnya ku gapai serta betapa banyaknya tugas yang membutuhkan uluran tangan dan tanggung jawabku.
Bukankah kita semua menyadari akan harapan dan cita-cita besar kita? Sungguh tak ada waktu tuk berleha-leha dan tak ada waktu tuk memikirkan hal-hal yang tak berkaitan dengan segala harapan dan cita-cita kita.

Saat waktuku terlalu sibuk mengejar kesenangan dunia dan terlalu sibuk mencari cinta manusia, Kau ingatkan aku betapa ruginya menukar cinta-Mu Yang Maha Penyayang dengan itu semua. Padahal cinta-Mu pasti menundukkan kecintaan seisi langit dan bumi.

Ya Rabb.. Sungguh cara-Mu menegurku begitu indah, begitu manis dan penuh cinta. Terkadang ku harus sakit, ku harus jatuh, dan ku harus menangis. Namun dalam hatiku yang penuh noda ini tetap Kau sisipkan sebuah celah tuk memasukkan cahaya hidayah-Mu agar aku bisa memahami kasih sayang-Mu. Cahaya itulah yang menyadarkanku akan teguran-Mu dan mengembalikan jiwaku yang lalai agar kembali mengingat-Mu. 

Sesungguhnya di kala kita renungkan selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa namun hanya orang-orang berimanlah yang mampu memetik hikmah itu. Hanya hati yang bersih yang mampu menerima cahaya hidayah-Nya. Hanya hati yang terbuka yang mampu membaca cinta-Nya dan hanya orang-orang berakal-lah yang mampu belajar serta memahami teguran-Nya sehingga berubah menjadi pribadi yang lebih mulia.

Ya Rabb… Aku mencintai cara-Mu mencintaiku.


Aku mencintai cara-Mu menegurku. Maka ajari aku untuk terus mencintai-Mu dan tetapkan iman di dadaku hingga akhir waktuku. Aamiin.

Wednesday, December 3, 2014

MOMMYCHI, THE BEST APP FOR MOMMY AND CHILD

Sejak hamil dulu aku selalu berimajinasi, “andaikan ada sebuah alat atau aplikasi yang mampu menjawab semua keluhan yang dirasakan ibu hamil, pasti akan sangat bermanfaat sekali.”

Pengalaman hamilku yang pertama memang luar biasa. Namanya juga pertama kali, aku terkadang kaget jika ada suatu hal yang kurasakan aneh, takutnya janin yang ada didalam rahimku ada masalah. Misalnya saja saat di trimester pertama dulu, perutku tiba-tiba kram walau tidak terlalu parah tapi tetap saja aku khawatir.  Memang, saat wanita hamil sensitifitas dan rasa khawatirnya menjadi lebih tinggi. Hal itu wajar, karena setiap ibu hamil pasti menginginkan anak yang dikandungnya kelak terlahir normal, sehat dan sempurna. Nah, biasanya jika sudah menemukan hal-hal yang mengganjal atau mengusik rasa gelisahku mengenai hal yang kualami pada tubuh hamilku, aku langsung mencari jawabannya di internet. Saat ini dunia memang sudah dalam genggaman. Akses untuk mendapatkan ilmu pengetahuan pun semakin mudah di dapat hanya dengan bermodalkan HP yang memiliki koneksi jaringan internet. Sayangnya, jawaban yang kuharapkan mampu mengobati rasa gelisahku justru tidak memiliki informasi yang lengkap terkadang pula harus menunggu lama webnya terbuka karena web terlalu berat. Akhirnya, akupun mencoba bertanya kepada ibuku atau sharing dengan ibu-ibu lainnya di sekitar rumah. Hal itupun tidak efektif, karena aku justru mendapatkan jawaban yang beragam yang semakin membuatku terus menduga-duga. Alhasil, aku harus mengembalikan dan meyakinkan diriku sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja. Pertanyaan itu baru bisa disampaikan pada dokter saat jadwal periksa selanjutnya tiba.  *Fiuh masa kehamilan yang begitu berat namun kini aku malah merindukannya.
Begitulah kiranya serba serbi kehamilan yang kurasakan dulu. Makanya, saat mengetahui bahwa kini ada sebuah aplikasi yang diperuntukkan untuk ibu hamil dan anak, aku sangat antusias ingin mengetahuinya. Ya, aku mengetahui aplikasi mommychi sejak 2 bulan lalu. Saat itu, aku sedang menjelajah google play di smartphoneku. Mencari tahu informasi aplikasi apa saja yang terbaru terutama aplikasi yang ditujukan untuk ibu dan anak. Secara iseng, aku mengetikkan keyword “mommy and child” pada kotak pencarian google play, lalu melihat dibarisan ke empat terdapat sebuah aplikasi bernama “Mommychi” dari PT. Sanghiang Perkasa. Karena aku yakin itu nama salah satu perusahaan di Indonesia, maka ku download langsung aplikasi Mommychi tersebut. Beberapa detik kemudian, aplikasi pun sudah terpasang di smartphoneku. Akupun langsung menjelajah aplikasi baruku tersebut. “Aplikasi apa sih Mommychi ini?” tanyaku berulang kali pada diriku sendiri.
“What a great apps!” komentarku saat itu. Ternyata Mommychi itu semacam aplikasi untuk memonitoring kesehatan ibu dan anak. Ya, Mommychi merupakan cara terbaru untuk monitoring kesehatan ibu dan anak, sejak awal kehamilan hingga masa tumbuh kembang Si Kecil di usia 1000 hari pertamanya. Mommychi ini di kembangkan dan diluncurkan oleh PT. Kalbe Farma. Aku terkesan sekali dengan aplikasi ini. Mommychi sangat membantuku dalam memberikan informasi mengenai tumbuh kembang anakku. Fitur-fiturnya sangat pintar dan membuatku terkesan. Itulah mengapa aku merekomendasikan aplikasi ini kepada para ibu, karena kecanggihan, kelengkapan dan kepintaran fiturnya sangat membantu kita dalam memantau pertumbuhan buah hati kita. Untuk ibu hamil pun bisa digunakan untuk memantau masa kehamilan hingga melahirkan nanti. (Saat ini, sudah ada 2 orang ibu tetangga rumah yang menerima rekomendasiku. Setelah memasang dan mulai menggunakan aplikasi ini mereka bilang, “Ini aplikasi yang hebat, sangat bermanfaat.” Senangnya bisa berbagi manfaat dan kebahagiaan dengan orang sekitar.)  Selain itu cara mendapatkannya pun sangat mudah. Mommychi ini bisa di download gratis di Google Play Store atau iTunes. Download, install, setelah terpasang lengkapi data-data yang dibutuhkan dan aplikasipun siap digunakan. Sangat mudah kan?

Mommychi adalah aplikasi dengan fitur-fitur yang cerdas dan bermanfaat. Aplikasi ini terdiri dari tiga bagian yaitu fitur kehamilan (kontrol kehamilan, jurnal kehamilan, ensiklopedia ibu dan numerator bayi), kedua, fitur anak (imunisasi, jurnal kesehatan anak, deteksi kesehatan anak, grafik tumbuh dan ensiklopedia anak) dan ketiga adalah fitur umum (Galeri, Kalkulator kesehatan, direktori, music, games dan tanya dokter). Dari beberapa fitur tersebut aku sangat menyukai fitur anak, kalkulator kesehatan dan direktori. Selain itu putriku juga sangat menyukai aplikasi music dan gamesnya.
 Berikut adalah gambaran aplikasi mommychi dari awal saat berhasil di download hingga menjelajah fitur-fiturnya.

Saat pertama kali aplikasi ini berhasil di download dan bisa terpasang, aku langsung tak sabar ingin segera menggunakannya. I,m so excited!



Setelah terpasang, kita akan dimintai data-data sebagai syarat pendaftaran. Isi dan lengkapi semua data tersebut, jika sudah terisi lengkap maka seperti inilah hasilnya. Pada layar awal akan terpasang foto beserta usia kita di profil. Foto dan profil ini juga bisa kita perbaharui jika terdapat kesalahan dalam mengisi data di awal.
 Setelah itu lengkapi pula data anak kita, jika sudah terisi lengkap dan benar maka semua data itu akan tersimpan pada profil di fitur anak.



Jika kita sedang hamil, kita bisa pula mengisi riwayat kehamilan pada fitur kehamilan. Namun karena aku tidak sedang hamil, maka aku hanya mengisi data anak di profil anak.
Fitur Anak
-          Imunisasi
Pada fitur ini terdapat Jadwal Imunisasi dan Pengingat Imunisasi. Hal ini sangat membantuku karena aku bisa menceklis imunisasi apa saja yang telah diberikan pada anakku. Selain itu aku juga bisa mengecek kapan jadwal imunisasi selanjutnya diberikan.



-          Deteksi Kesehatan Anak

Pada fitur ini aku juga disuguhkan beberapa pertanyaan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) yang harus ku jawab. Setelah ku jawab semua pertanyaan itu, aku akan mendapatkan hasil yang nantinya akan disimpan di Jurnal Kesehatan Anak. KPSP ini telah disesuaikan menurut tahapan umur anak kita. Pada fitur ini kita juga bisa mengetahui kapan waktunya gigi susu dan gigi tetap anak akan tumbuh. Selain itu di fitur ini pula kita bisa mendeteksi gejala penyakit pada anak.

 -          Ensiklopedia Anak
Pada fitur ini terdapat banyak kumpulan artikel yang sangat bermanfaat seputar Informasi Kesehatan, Informasi Nutrisi dan Kesehatan Gigi Anak. Aku jadi lebih mudah mendapatkan informasi dan pengetahuan tersebut tanpa harus mencarinya di google.




 Fitur Kalkulator Kesehatan
Pada fitur ini aku bisa menghitung masa suburku. Selain itu, jika hamil yang kedua nanti aku juga bisa menghitung prediksi hari lahir dan prediksi tinggi anak.  Wah, aplikasi yang sangat pintar!


Fitur Direktori
Pada fitur ini aku bisa mencari tahu rumah sakit yang ada di kotaku. Tidak hanya itu, aku juga bisa mengetahui dokter-dokter dan apotek di kotaku. Di fitur ini juga terdapat fitur Kal Care.

Musik
Kalau fitur yang satu ini, anakku sangat menyukainya. Ya, jika meminjam smartphoneku anakku pasti akan membuka aplikasi Mommychi dan mencari fitur music, lalu dia akan menyetel lagunya satu persatu. Aku juga sangat terbantu dengan adanya fitur ini, karena aku bisa memainkan music lullaby untuk pengantar tidurnya. Anakku juga menjadi lebih kreatif dan mulai bisa menghafal beberapa lagu.
Games
Fitur ini juga fitur favorit kedua anakku.Jika sudah bosan mendengarkan music, dia akan berpindah ke games dan mulai mewarnai gambar chila dan chilo. Dari fitur ini pula anakku jadi bisa lebih hafal warna.
Secara keseluruhan, aku sangat menyukai fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi Mommychi. Baik itu fitur kehamilan, fitur anak dan fitur umum lainnya. Mommychi benar-benar sangat membantuku dalam memantau tumbuh kembang anakku dan mungkin pada masa kehamilanku nanti. Entahlah, aku memang sangat terpukau dengan kecanggihan dan kecerdasan fitur ini. Walau begitu, aku memiliki beberapa saran untuk mommychi agar bisa menjadi aplikasi yang terbaik. 
- Pertama, jika fitur kalkulator nutrisi  pada fitur anak dapat segera dipakai pasti akan terasa lengkap dan makin sempurna aplikasi mommychi ini. Jadi, mudah-mudahan PT. Kalbe Farma bisa segera membuka fitur ini karena aku pun merasa penasaran seperti apakah fitur ini kelak? Namun pastinya fitur ini pun akan membuatku berdecak kagum.
- Kedua, mudah-mudahan PT. Kalbe Farma juga bisa melengkapi daftar dokter dan apotek di seluruh pelosok Indonesia, sebab daftar dokter dan apotek di kotaku tidak tersedia. *hiks sedihnya
Ya, itulah dua saran yang aku berikan untuk kebaikan aplikasi Mommychi ini. Mudah-mudahan saran ini dapat diterima dengan baik. 

The last, totally aku sangat menyukai aplikasi ini. Aplikasi yang sangat cerdas dan membuatku berdecak kagum dan berkata “wow” entah sudah berapa kali. Aku sangat merasa tertolong dengan adanya aplikasi ini. Mommychi mengemas semua informasi dan pengetahuan yang kubutuhkan dalam satu aplikasi yang mudah digunakan. Mommychi adalah sahabat terbaik untuk ibu dan anak.  Terima kasih Mommychi…

Sunday, November 2, 2014

RESEP SAMOSA ISI KARI AYAM






Saat ini sebagian masyarakat Indonesia mungkin sedang dilanda virus Mahabharata. Itu lhoo serial mitologi India yang ditayangkan setiap hari senin sampai jum’at jam 21.00 WIB dan sabtu jam 20.30 WIB di ANTV. Saya sendiri adalah salah satu korbannya. Saat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, ayo deh cepet-cepet nongkrongin ANTV. Meski durasinya terbilang cukup singkat dan sudah pasti membuat penasaran para penontonnya, tapi justru disitulah letak daya tariknya. *jiaaah

Akibat booming nya Mahabharata, apalagi setelah kedatangan para pemainnya September lalu dan ditambah adanya acara Reality Show Panah Asmara Arjuna, banyak masyarakat kita yang kini “Mendadak India”. Dan mungkin apakah saya pula salah satunya? No! Ngga jeng, jauh sebelum adanya Mahabharata, saya memang udah suka sama Bollywood. Tepatnya sejak dari kelas 6 SD. *idiiih sapa juga yang pengen tau ya?*

Pokoknya semua hal yang berbau India, saya sangat tertarik untuk mempelajarinya. Misalnya bahasa, budaya, fashion, termasuk kuliner. Bicara soal kuliner, cita rasa masakan orang India dan Indonesia sebenarnya tidak berbeda jauh lho. Malah hampir memiliki kesamaan, yaitu masakannya memakai banyak rempah-rempah alias banyak bumbu.  Nah, tadi siang saya sudah belajar membuat Samosa dengan isi Kari Ayam. Samosa adalah pastri goreng berbentuk segitiga. Kalau di Indonesia, mirip kue pastel.

Sebenarnya, yang ingin saya buat terlebih dahulu adalah Gulab Jamun. Gulab Jamun adalah makanan penutup khas India yang terbuat dari campuran susu, tepung suji, maida, dan clarified butter. Namun karena bahannya sulit ditemukan di kota kecil ini, jadilah saya membuat makanan India yang bahannya mudah ditemukan. Oke langsung saja yuk disimak bahan-bahan dan cara pembuatannya.

BAHAN :
- 2 Sdm Air matang
- Minyak untuk menggoreng

KULIT :
- 225 gr tepung terigu, ayak
- ½ sdt garam
- 7 sdm air hangat
- 100 ml minyak sayur

ISI :
- 2 sdm minyak untuk menumis
- ½ bawang Bombay, cincang kasar (sesuai selera )
- 2 batang serai, ambil bagian putihnya. Memarkan
- 5 lembar daun jeruk purut, iris halus
- 500 gr daging ayam, cincang atau potong dadu kecil (Daging ayam bisa diganti sesuai selera)
- 65 ml santan (Saya memakai Kara)
- 2 sdt kari bubuk atau basah (Saya pakai bumbu kari instan Indofood)
- ¼ sdt jinten bubuk
- 1 sdt gula pasir

BUMBU HALUSKAN :
- 3 Butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 3 buah cabai merah (sesuai selera)
- 1 cm jahe. Bakar
- 1 sdt ketumbar butiran. Sangrai
- 4 butir kemiri. Sangrai
- 1 sdt garam









CARA MEMBUAT : 

1.       Kulit : Campur terigu bersama garam, air hangat dan minyak. Uleni hingga adonan kalis.

2.       Tipiskan adonan hingga ketebalan 0,2 cm. Bentuklah menjadi bentuk bujur sangkar atau lingkaran. 


  

    -     Isi : Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, bawang Bombay, serai, daun jeruk hingga harum lalu masukkan daging cincang. Aduk hingga daging berubah warna.


4.       Tuang santan, bubuhi kari, dan jinten aduk rata. Masak hingga matang dan santan menyusut. Angkat.



5.       Ambil selembar kulit, taruh ditengahnya 2 sdm adonan isi. Lipat bentuk segitiga. Rekatkan sisinya dengan air. Lakukan hingga selesai.

6.       Goreng dalam minyak banyak dan panas hingga berwarna kuning kecoklatan dan matang. Angkat, sajikan.
Samosa isi Kari Ayam pun siap di hidangkan. 



Karena ini adalah pengalaman pertama saya dalam membuat samosa, maka tentunya masih terdapat begitu banyak kekurangan, salah satunya : Kulitnya masih terlalu tebal jadi bentuknya juga tidak segitiga mulus. *tapi rasanya dijamin kok, dijamin keasinan.* xixixi

Selamat mencoba yaaa…

Friday, October 3, 2014

BATIK, HAMIL DAN PANGGILAN ALAM



Batik adalah warisan budaya bangsa yang harus kita lestarikan. Sebagai warga negara Indonesia, aku sangat bangga pada warisan budaya bangsa  yang juga telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO sejak 2 oktober 2009. *Psst 2 oktober juga tanggal kelahiranku lhooo. Makanya aku seneng banget hari lahirku di rayakan oleh semua orang.* #edisipede :P

Bicara soal batik, aku punya pengalaman tak terlupakan seputar batik. Hal ini terjadi 2 tahun lalu, tepatnya saat aku sedang hamil 5 bulan. Ceritanya saat itu aku akan pergi mencari kado pernikahan untuk adik sepupuku. Aku pergi berdua dengan suami menggunakan motor. Setelah kado didapat, kami memutuskan untuk mampir terlebih dahulu ke sebuah rumah makan, mengisi  perut yang sudah mulai keroncongan. Saat hamil, aku memang jadi orang yang super duper selalu memikirkan makan. Memang sih hal itu wajar karena tubuhku saat itu tidak hanya dihuni olehku sendiri tapi juga oleh janin yang ada di rahimku. Apalagi memasuki trimester kedua, dimana nafsu makan sudah mulai kembali normal, hobi makanku semakin menjadi. Pokoknya, perutku harus full tank jangan sampai terasa kosong sedikitpun karena jika begitu, kepalaku perlahan akan terasa pusing dan lama kelamaan rasa pusing itu semakin hebat hingga keadaan kurasa sangat gelap lalu “Bruk” ambruklah daku ke lantai. (Red : Pingsan)

Wanita hamil memang selalu memiliki keunikan sendiri ya, termasuk apa yang kualami saat itu.
Saat perut sudah mulai terasa full, kami pun siap melanjutkan perjalanan menuju sentra batik di kotaku. Sesampainya disana layaknya calon pembeli yang lain, akupun langsung bergegas sibuk memilih batik. Begitupun dengan suamiku, dia juga sibuk memilih batik yang disukainya. Lama memilih, bahkan bingung batik mana yang harus ku pilih yang kira2 tidak akan mubazir saat perutku semakin membesar akhirnya aku jatuhkan pilihanku pada batik orange dengan ukiran bunga-bunga kecil ini. Saat hendak menuju kasir, tiba-tiba ada sesuatu terjadi dalam perutku. Perutku sangat mulas! Tidak, ini bukan tentang janinku tetapi masalah pencernaanku. Entah kenapa, saat itu perutku sangat mulas sekali. Mungkin karena efek dari makanan yang sudah mengisi full perutku, akhirnya usus pun tak sanggup menahannya. Aku berusaha menahannya karena sebentar lagi pun kami akan segera pulang. Tapi tidak bisa, mulasnya justru semakin menjadi. Tidak ada jalan lain, aku harus mencari WC saat itu juga. Akhirnya tanpa memedulikan rasa malu, aku pun menuju ke belakang mencari WC. Sialnya di WC juga sedang ada orang, tapi beruntunglah orang tersebut cepat keluar. Akhirnya ku lampiaskan juga panggilan alam ini. *fiuh Alhamdulillah

Setelahnya aku langsung kembali menuju kasir untuk membayar dress batik yang telah ku pilih lalu bergegas pulang. Aaaaa dress batik orange ini sungguh “mengesankan”, mengesankan melihat kejadian dibelakangnya. Sampai rumah, suamiku menertawakanku karena dia teringat ekspresiku menahan mulas saat di pusat batik. Akupun tersenyum sendiri, pasti memang sangat lucu melihat wajahku yang dipenuhi keringat akibat menahan si panggilan alam ini. Hingga saat ini, jika kau mengenakan batik ini pasti selalu tersenyum geli mengingat kejadian 2 tahun lalu. Batikku oh Batikku…

Ini loh Batikku di moment pernikahan adik sepupu ku. :D