Tuesday, April 23, 2013

Bakti Seorang Istri


Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak.  Lihatlah istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap,Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari,barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi, tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan kesegarannya. Sementara dia langsung dihadapkan oleh tugas-tugas yg sudah menunggunya, membereskan rumah,memikirkan makanan apa yang harus dihidangkan hari ini atau bahkan bersiap untuk berangkat kerja sedangkan anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis.
Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Andapula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tentang dia? Masihkah Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang sama Anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun dalam bicara, tulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya yaitu membantu mencari nafkah.

Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentak anak-anak dengan mata rnembelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak Anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar.

Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita menjerit karena cubitannya yang bikin sakit.

Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui dan dihargai meski tak pernah meminta kepada Anda. Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak.

Jangankan istri kita yang suaminya tidak terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi SAW  tak mau mendengar melainkan semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi SAW  hanya diam menghadapi Aisyah yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.


Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika kita menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan hanya nasehat yang perlu kita berikan.  Ada yang lain. Ada kehangatanyang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam menghadapi anak-anak setiap hari. Ada juga perasaan aman dan dilindungi dalam kelangsungan hidupnya dan anak-anaknya baik secara materi dan nonmateri.

Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang. Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun ia.

Ada lagi yang lain: pengakuan dan penghargaan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilah kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu. Lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar Untuk mengucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata.

Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta. Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, ada secangkir minuman hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?



Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita. Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, rnemandikan anak, atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly tetapi semata karena mencari ridha Allah. Sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang kila lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah. Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas,ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih. Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata duka yang menetes dari kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga baginya, tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak istri kita akan berkata tentang kita sebagaimana Bunda ˜Aisyah radhiyallahu anha berucap tentang suaminya,Rasulullah SAW. Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku.”
Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya, tahanlah dengan sehelai selimut untuknya. Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia,sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.
Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu. Marilah kita ingat kembali ketika Rasulullah SAW  berpesan tentang istri kita “Wahai manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah, kata Rasulullah SAW melanjutkan, kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik. Kita telah mengambil istri kita sebagai amanah dari Allah. Kelak kita harus melaporkan kepada Allah Ta’ala bagaimana kita menunaikan amanah dari-Nya, apakah kita mengabaikannya sehingga guratan-guratan dengan cepat menggerogoti wajahnya, jauh lebih awal dari usia yang sebenarnya? Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri ?”











Source by : copas from web


 

Friday, January 4, 2013

Amazingly Pregnancy

Memang benar apa yang di katakan orang. Pacaran setelah menikah itu sangat mengasyikkan dan jauh lebih terasa romantisnya (dapet pahala pula) hehe. Walaupun sejujurnya saya ga ngalamin "pacaran" setelah menikah sih. Soalnya sebelumnya kami (aku dan suami, of course) telah berpacaran selama 4 tahun. Lumayan lama kan? hehe
Ga perlu di ceritain yah bagaimana kisahnyaaa, (pede banget yah, siapa juga yang mau tau :p)

Garis besarnya aja yaa, kami bertemu di tahun 2008 dan di tahun itu pula kami resmi berpacaran. Lalu menikah di tahun 2012 kemarin. tepatnya tanggal 13 mei 2012.Alhamdulillah, Allah langsung memberiku kepercayaan. Sekarang sedang berbahagia menanti kelahiran anak pertama kami. Walaupun lahirnya masih kurang lebih 12weeks lagi. Tapi ini anugerah yang tak terkira bagi kami.

Sebelum menikah, saya sempat geli kalo liat orang hamil. Dengan perut buncit, jalan juga jadinya lebih condong ke belakang. lucu yaaa :D
Ternyata hal yang dulu saya anggap geli, justru kini sangat saya syukuri dan saya jaga. Bagaimana tidak ? Banyak wanita-wanita di luar sana yang menginginkannya tapi justru belum Allah kasih. Bahkan sampai yang sudah bertahun-tahun menikah.

Puji syukur tak henti-hentinya kami panjatkan kepada Allah SWT. Saya sadar, Allah telah dan selalu memberikan yang terbaik. Memiliki suami yang baik, pengertian. Dan dapat merasakan nikmatnya mengandung. Merasakan tendangan-tendangan si kecil, atau cegukannya di dalam perut. Wah, Subhanallah. Terima kasih atas nikmatmu Yaa Rabb.

Semoga Engkau selalu memberikan kemudahan, kelancaran pada kehamilanku. Juga memberikan keselamatan, kemudahan, kesehatan, dan kesempurnaan padaku dan juga janinku di saat proses melahirkan nanti. Izinkanlah aku untuk bisa menjadi ibu Ya Rabb.

Minta doanya saja yaaa, bagi siapapun yang baca tulisanku :)
Terima kasih...

Tuesday, April 24, 2012

Inilah yang Terjadi pada Tubuh Anda saat Meninggal



0 menit
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen


1 menit
 Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin

3 menit
sel-sel otak tewas, secara massal. saat ini otak benar-benar berhenti berpikir

4-5 menit
Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah

7-9 menit
Penghubung ke otak mulai mati

1-4 jam
Rigor Mortis (fase dimana  keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati

4-6 jam
Rigor Mortis terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam

6 jam
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan

8 jam
Suhu tubuh langsung menurun drastis

24-72 jam
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri

36-48 jam
Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina

3-5 hari
Pembusukan mengakibatkan luas skala besar, darah menetes keluar dari hidung dan mulut

8-10 hari
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah

Beberapa minggu
Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas

Satu bulan
Kulit anda mulai mencair

Satu tahun
Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang belulang yang menyedihkan.



Ini adalah proses kematian yang alami tanpa siksa kubur. Dengan siksa kubur lain lagi ceritanya. Kalau tidak bertobat dari sekarang dan terus sibuk dengan urusan dunia, APA YANG AKAN KITA BAWA KE LIANG KUBUR?? Disana tidak ada siapa-siapa kecuali kita sendiri. Masih mau terus berleha-leha dan melalaikan ibadah??????

 

sumber: http://expert-163.blogspot.com




Hak Cipta Milik Allah SWT :)





Mydiary

Thursday, March 8, 2012

Dimana Aku Berada dan Aku Kisahkan

Jangan menangis...
Bukankah air matamu terlalu berharga untuk sesuatu yang tak pasti
Jangan menangis...
Bukankah senyumanmu lebih indah dari warna pelangi
Jangan menangis...
Bukankah hidup terlalu singkat untuk di tangisi...


Lihat dunia belum berakhir kawan
Masih terlalu cepat untukmu menguraikan air mata
Silahkan bermimpi seluas langit namun jangan berharap setinggi mereka


Yang perlu kamu ketahui, harapan itu akan mengalihkan tujuan utamamu
Dimana tempat kita berpijak, dimana ruang kita bernafas
Dimana adamu yang menguatkan di atas kedua pilar


Dengarkan suara mereka, benarkah mereka bahagia
Atau hanya sandiwara diatas panggung drama impian
Yang mengobarkan cinta kasih tak berbalas


Dia yang kehilangan, dia yang pernah terluka
Dia yang berada dalam garis abu-abu
Garis abu-abu, antara ada dan ketiadaannya


Keberanian dalam kehidupan membuatnya tetap melangkah
Meski rasanya lebih berat dari biasanya


Ahh.. sudahlah... mungkin itu hanya angan kosong dalam hidupku
Mungkin juga itu tikungan tajam yang akan membunuhku perlahan


Yakinkan hatimu kawan..
Allah ada disini!!
Di hatimu
Di setiap hembusan nafasmu
Akan ada yang terbaik dari makhluk yang paling baik


Mendamba bukan berarti milik
Jangan salah artikan perasaanmu kawan
Biarkan ia lenyap lalu menghilang bersama angin


Diatas mimpi aku mendamba dalam sejuta doaku,
Persatukan aku dengan dia yang Engkau pilih Ya Rabb....

Aku Hanya...

Aku hanya mempunyai tangan
Aku hanya mempunyai jiwa
Aku hanya mempunyai hati
Walau demikian, aku berusaha untuk bisa merasai apa yang sedang terasa disini...


Aku tahu kau tak punya hati yang cukup untuk menyimpan rindu
aku tahu pula kau tak punya pipi yang siap dialiri derasnya air mata
Aku pun tahu jika kau tak punya mata yang mampu melihat segalanya
Tapi aku sangat percaya bahwa kau masih punya banyak cahaya di hati
Yang dengannya akan dapat menuntunmu untuk menggapai sebuah harapan sejati
Dan aku dukung dengan sangat bahwa hanyalah harapan sejatimu...


Aku hanya mempunyai tangan
Aku hanya mempunyai jiwa
Aku pun hanya mempunyai hati
Tapi melaluinya aku hanya ingin berusaha mengubah dan melebur..


Tatapan kosongmu menjadi tatapan penuh binar keberisian
Emosi jiwamu menjadi damai jiwa


Aku hanya mempunyai tangan
Aku hanya mempunyai jiwa
Aku pun hanya mempunyai hati yang dengannya kuingin coba memutar pandanganmu untuk dapat...


Segera menyeka gundah gulana dan ketidakenakan rasa dihatimu
Karena masih banyak diluar sana yang lebih membutuhkan dan mempunyai hak atas hati, ppipi, mata, dan cahaya hatimu untuk merangkai harapannya


Biarlah ini semua menjadi romansa yang nantinya dapat memperindah dan mempermanis nuansa perjalananmu selanjutnya dalam menggapai sebuah harapan sejati
Harapan yang selalu berlandaskan restu ILLAHI RABBI...




:: Buat yang sedang bergejolak emosi jiwanya..semoga coretan kecil ini bisa sedikit memenuhi pandangan matamu yang mulai kosong. SEMOGA.... ^^

Saturday, January 7, 2012

Izinkan Aku Mencintai-Mu Semampuku

Yaa Rabbi,
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu
Lembar demi lembar kitab ku pelajari
Untai demi untai kata para ustadz ku resapi
Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada

Lalu ku tanam di jiwa dalam-dalam
Ku tumbuhkan dalam idealisme dan mimpi-mimpi yang mengawang di awan

Tapi Rabbi...
Berbilang detik, menit, jam,hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu
Aku berusaha mencintai-Mu dengan cinta yang paling utama, tapi...
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu
Aku makin merasakan gelisahku membadai
Dalam cita yang mengawang sedang kakiku mengambang tieda menjejak bumi
Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan

Wahai Illahi
Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, dan tahun berlalu
Aku mencoba merangkak,menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali
Menatap, memohon dan mmenghiba-Mu :
Allahu Rahiim, Illahi Rabbi
Perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku
Allahu Rahmaan, Illahi Rabbi
Perkenankanlah aku mencintai-Mu sebisaku
Dengan segala kelemahanku

Illahi
Aku tak sanggup mencintai-Mu dengan kesabaran menanggung derita umpama Nabi Ayyb, Musa, Isa, hingga Al Musthafa
Karena itu uzinkan aku mencintai-Mu
Melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu atasderita batin dan jasadku, atas sakit dan ketakutanku

Rabbii...
Aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar yang menyedekahkan seluruh haranyadan hanya meninggalkan Engkau dan Rasul-Mu bagi diri dan keluarga
Atau layaknya Umaryang menyerahkan separo harta demi jihad
Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekorkuda utuk syiarkan dien-Mu
Izinkan aku mencintai-Mu melalui seratus dua ratusperak yang terulur padatangan-tangan kecil di perempatan jalan
Pada wanita-wanita tua yang mwnadahkantangan di pojok-pojok jembatan
Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan

Illahii...
Aku tak sanggup mencintai-Mu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat Nabi-Muhingga tiada terasaanak panah musuh terhunjam di kakinya
Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cinta-Mu dalam shalat yang coba ku dirikan terbata-bata
Meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia

Rabbii...
Aku tak dapat beribadah ala sufi dan rahib yag membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu
Maka izinkanlah aku untuk mencintai-Mu dalam satu dua rakaat lailku
Dalam satu dua sunnah nafilah-Mu
Dalam desah nafas kepasrahan tidurku

Yaa Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintai-Mu bagai paraal hafidz dan hafidzah yang menuntaskan kalam-Mudalam satu putaran malam
Perkenankanlah aku mencintai-Mu melalui selembar dua lembar tilawah harianku
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku

Yaa Rahiim,
Aku tak sanggup mencintai-Mu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya dien-Mu
Seandai parasyuhada yang menjual dirinya dalam jihadnya bagi-Mu
Maka perkenankanlah aku mencintai-Mu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwah-Mu
Maka izinkanlah aku mencintai-Mu dengan sedikitpengajaran bagi tumbuhnya generasi baru

Allahu Kariim,
Aku tak sanggup mencintai-Mu diatas  segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya dan patuh mengorbankan pemudabiji matanya
Maka izinkanlah aku mencintai-Mu di dalam segalanya
Izinkan aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta

Allahurahmaanurrahiim,Illahi Rabbii
Perkenankaanlah aku mencintai-Mu semampku
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa
Agar cinta ni mengalir di sepanjang nadiku

Inilah Aku

Inilah aku...

Cantik...
Aku tidak secantik seperti yang mereka bayangkan


Pintar...
Aku tidak sepintar maupun sepandai yang mereka sangka

Dewasa...

kadang aku masih merasa seperti anak kecil yang belum mengerti apa-apa
Terkadang emosipun belum bisa terkontrol


Agama...
Kadang aku juga belum mengerti banyak tentang urusan agama


Ilmu yang kudapat sangatlah kurang, karena ilmu takkan habis untuk kita gali


Tapi aku sangat bersyukur
Aku bersyukur.. dengan apa adanya aku
Aku bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepadaku


Inilah aku...
Dengan ketidaksempuranaanku
Karena kesempurnaan hanya milik Allah semata