Sunday, May 22, 2016

RESEP TOM YUM NOODLE

Tom Yum, siapa sih yang ngga tau makanan satu ini? Masakan asal Thailand yang memiliki citarasa asam, pedas menyegarkan ini, kini sudah banyak disukai juga oleh masyarakat Indonesia lho, termasuk saya. Hehe

Nah, kemarin saya nyoba masak tom yum ini yang disajikan dengan mie. (maklumlah noodle addict gitu lho. Haha)
Ini dia penampakannya :



Gak ada rencana buat ini sih sebelumnya, Cuma kebetulan beberapa hari lalu saat berbelanja ke salah satu supermarket, nemuin Mie Urai Burung Dara yang sejak dulu ku cari-cari. (Aku emang penisirin banget sama tekstur dan rasanya.) Maklumlah, tinggal di pelosok desa membuatku kesulitan nyari mie satu ini. Di minimarket dekat rumahpun belum bisa aku temuin. Akhirnya setelah ketemu, ya langsung deh di beli.

Kebetulannya lagi, kemarin di pedagang sayur keliling langganan, aku ngeliat ada jamur kancing. Jadilah, secara tiba-tiba terpikir pengen bikin tom yum. The power of dadakan memang oke ya. Segala sesuatu yang mendadak itu kadang malah jadi dan yang di rencanakan malah zonk alias ga jadi. *halah

Eh kok malah jadi curhat ya, oke deh langsung aza yuk simak resepnya.

Resep ini sebetulnya aku dapetin dari Sajian Sedap. Cuma aku modifikasi sedikit. Bahan-bahannya juga pakai yang ada dan tersedia di kulkas tertjintahh, jadi ngga komplit kayak di resep aslinya. Tapi di jamin teteup endesss kok.

Bahan-bahan/ bumbu-bumbu :



- 140 gram mie telur keriting, rebus (opsional ya, mau mie pipih kayak mie urai jg boleh)
- 100 gram taoge, siangi
- 150 gram jamur kancing, belah dua (Opsional juga, mau jamur merang/apapun sesuai selera)
- 9 butir bakso kecil (opsional)
- 1 batang serai, ambil putihnya, memarkan, lalu ikat (biar aromanya kuat)
- 2 lembar daun jeruk purut, buang tulang daunnya
- 2 cm lengkuas, iris, memarkan
- 6 buah cabe rawit utuh
- 1 sdm kecap asin
- 1 buah jeruk nipis/jeruk purut
- Garam, gula pasir, merica bubuk, secukupnya (sesuai selera aja, aku kemarin ga nakar berapa sendoknya. Hehe)
- 1 buah tomat (opsional)
- 1 batang daun bawang iris 3cm
- 800 ml air


Bumbu Tom Yum :
- 4 sdm minyak goreng
- 2 siung bawang putih
- 1 siung bawang merah
- 3 buah cabe keriting
- 6 buah cabe rawit

Cara membuat mie rebus bumbu Tom Yum :
1.     Goreng semua bahan bumbu tom yum (bawang merah, bawang putih, cabe keriting, cabe rawit) hingga harum, angkat dan blender bersama minyaknya. (Mau di ulek sendiri juga boleh. Kemarin, karena bumbunya sedikit saya putuskan diulek saja.)
2.     Rebus air, bumbu tomyam yang sudah halus, serai, daun jeruk dan lengkuas sampai harum.
3.     Tambahkan bakso, jamur, cabe rawit utuh, daun bawang, kecap, garam, merica, gula pasir. Masak sampai mendidih (ditambah penyedap rasa juga boleh)
4.     Masukkan mie yang sudah di rebus ke dalam mangkok, beri taoge dan irisan tomat, lalu siram dengan kuah Tom Yum.
5.     Tom Yum Noodle siap disajikan!

FYI : Ada banyak perbedaan antara resep saya dan sajian sedap ya.
- Saya tidak menggunakan air kaldu udang karena kebetulan kemarin ngga masak udang dan persediaan kaldu udang di freezer habis.
- Dalam tom yum asli, banyak menggunakan bahan seperti irisan daging ayam, daging sapi, udang sementara saya pake bahan yang ada.
- 1 bungkus Mie Urai 140 gr kemarin bisa untuk 3 mangkuk.

Nah itu dia resep Mie Tom Yum ala saya. Hehe
Ibu bilang rasanya kemarin itu pas, dan segerrr. (testimony nih yee :P)
It depends on you will use my recipe or the original recipe from sajian sedap.

Next project, pengen bikin Mie Kuah Kari Ayam atau Mie Kuah Kari Kambing. Which one do you prefer? ;)

Eh, btw sampe lupa. Selamat mengeksekusi. Homemade is Happiness! ^^

Monday, May 16, 2016

TIPS JITU PILIH MUKENA CANTIK DAN NYAMAN DIPAKAI

Jika bepergian, kemanapun, mukena adalah barang yang wajib ada dalam tasku. Entah itu berlibur ke luar kota, bahkan jika hanya sekedar bepergian, hangout bersama teman-teman atau suami dan anak tercinta di dalam kota.

Barang yang satu ini memang menjadi BWB (Barang Wajib Bawa) bagi setiap muslimah. Sebab, busana inilah yang kita pakai untuk beribadah kepada Sang Maha Pencipta.

Bagiku, membawa mukena pribadi adalah sebuah keharusan. Mengapa? Yang namanya milik pribadi, tentu kita lebih tau seluk beluknya. Lagipula membawa mukena pribadi lebih nyaman dan menenangkan. Contohnya, saat kita akan sholat jika membawa mukena pribadi kita tak perlu repot menunggu antrian mukena masjid/musholla yang sedang dipakai. Sholat kitapun akan lebih khusyu dan tidak terburu-buru.

Sholat yang khusyu tentu didambakan dan berusaha untuk diwujudkan oleh banyak muslim/muslimah. Ada beberapa hal  yang dapat  menjadikan sholat kita khusyu lho. Selain berniat dengan sepenuh hati dan konsentrasi ditujukan hanya kepada Allah, mukena juga menjadi salah satu faktor pendorong kehusyuk’an sholat.

Mukena yang nyaman dipakai akan membuat sholat menjadi lebih khusyu. Bayangkan saja jika saat sholat kita memakai yang sudah bau, atau memakai mukena yang bahannya panas, akankah khusyu dalam sholat akan didapat?

Lantas bagaimana memilih mukena cantik yang juga nyaman dipakai?

Bingung juga cari mukena cantik yang nyaman dipakai?

Jangan bingung, capcus aja ke MatahariMall.com yuuk, ada berbagai macam model mukena yang bisa kamu pilih.

Yuk, simak dulu tips-tips yang bisa kamu gunakan untuk memilih mukena cantik dan nyaman dipakai.

1. KENALI BAHAN TERLEBIH DAHULU

Mukena terdiri dari berbagai bahan. Namun yang banyak dijual di pasaran adalah yang berbahan katun, parasut dan sutra.

- Bahan katun
Mukena berbahan katun hampir banyak digunakan para muslimah untuk menjalankan ibadah sehari-hari. Bahan katun memiliki tekstur yang kuat dan halus, selain itu harganyapun terjangkau. Mukena ini nyaman digunakan karena bahannya elastis, adem sehingga tidak mengganggu konsentrasi para penggunanya. 

-         Bahan Parasut
Mukena bahan parasut ini pernah booming saat beberapa tahun ke belakang. Tak heran, sebab banyak yang menyukainya karena bahannya sejuk, ringan, dan tentu tidak ribet jika dibawa untuk bepergian. Juga tak memakan banyak tempat karena biasanya mukena bahan parasut ini mudah dilipat dan dimasukkan tas khusus mukena yang ukurannya kecil.

-         Bahan Sutra
Bahan yang satu ini memang terkenal dengan harganya yang melambung. Namun kualitas bahannya memang tak diragukan. Mukena berbahan sutra memiliki tekstur yang lembut dan tidak panas.


Ketiga bahan mukena yang nyaman diatas dapat kamu temukan dengan mudah di MatahariMall.com lho. Kamu tinggal pilih, bahan apa yang akan kamu beli. Berikut adalah penampakannya :

Mukena Katun Jepang

Mukena Parasut

Mukena Sutra











2. PILIH MODEL MUKENA YANG NYAMAN DIGUNAKAN

Setelah memilah milih bahan mukena, kini giliran kamu memilah milih model mukena yang sekiranya nyaman untuk dipakai. Ada beberapa model mukena yang kini banyak di pasaran, seperti mukena sederhana, mukena abaya, mukena bordir, mukena Bali dan jika untuk anak ada mukena katun anak. Lagi-lagi semuanya dapat ditemukan di MatahariMall.com. Luk lihat koleksinya disini :


Mukena Abaya

Mukena Bordir

Mukena Sederhana Berbahan Sutra

Mukena Bali

Mukena Bergo Ibu dan Anak (Couple)
Mukena Anak







3. SESUAIKAN DENGAN UKURAN BADAN
Langkah terakhir dan sangat penting, sebelum klik membeli, teliti lagi ukuran mukena yang di beli. Terutama jika kamu membelinya di online shop. Jika membelinya di MatahariMall.com pilih size yang sesuai dengan ukuran tubuhmu.

All DONE.

Bagaimana? Mudah kan?

MatahariMall memang selalu menghadirkan semua yang kita butuhkan. Pun mukena.

Kini urusan cari mukena cantik juga nyaman bukan hal yang sulit lagi.

Pilihan model, motif, warna dan style mukena dapat kita pilih sesuka hati sesuai kebutuhan pribadi.

Mukena cantik didapat, khusyuk dalam sholatpun InsyaAllah kita dapat.

Wednesday, April 27, 2016

LISTERINE WUJUDKAN MIMPIKU : NGEDATE BARENG RAN & TULUS PART 3

Dear all friends, mohon maaf jika cerita ngedate bareng RAN & TULUS part 3 ini tertahan agak lama dikarenakan kesibukan saya (tepatnya sok sibuk sih. *piss).
Finally, hari ini cerita part 3 pengalaman berliburku bareng dua artis tersebut Alhamdulillah rampung juga. Langsung aja yuk ah! *Pssttt, biar nyambung plissss baca dulu cerita sebelumnya yaa. You can check this out. ^^

NGEDATE HARI KE-2

Pukul 5:12 pagi, mentari mulai menampakkan pesonanya. Meski masih terlihat malu-malu untuk memperlihatkan wujudnya, justru disitulah keindahannya semakin terpancar. Saat itu, keadaanku sudah rapi dan siap mengawali hari. Aku memang sengaja bangun lebih awal, agar tak terlambat dan ingin menyaksikan si Morning Glory ini. Setelah sholat subuh, cepat-cepat ku rapikan barang-barangku kemudian bergegas ke balkon, tentunya dengan kamera di tanganku. Benar saja, pemandangan yang tersaji di depan mataku ini sungguh luar biasa.


Morning view from my hotel balcony

Mba El pun tak ketinggalan untuk turut serta memandang pemandangan luar biasa indah ini dan tak lupa juga mengabadikannya dengan kamera smartphonenya.
Okey, kami siap menjalani aktivitas hari ini!

Di hari kedua ini, akan ada banyak kegiatan yang harus dilakukan. Yuk, intip dulu daftar rundown-nya. 


Things should we do today

Setelah morning call, seperti biasa Mas Obot menghubungiku untuk segera bergegas berkumpul di dermaga pinggir pantai. Sampai disana, alahaaaiii matahari makin sedap saja untuk dipandang. Disana juga semuanya sudah berkumpul pun dengan RAN & Tulus. Sperti terlihat pada daftar run down nomor 2, ada pengambilan shoot dengan background sunrise. Ingin tahu bagaimana suasananya? Okey, look this photos!


Suasana pagi di 30 Juli 2015



Morning Glory

Waktu terus berjalan, mataharipun kian meninggi, morning glory telah terlewati, dan cacing-cacing dalam perutpun terus bernyanyi. *ups hahaha (asli memang lapar sangat, waktu itu)
Mencoba untuk mengabaikan nyanyian para cacing, akupun terus mengarahkan kamera kesana kemari untuk mengabadikan setiap momennya. Suasanapun makin ramai. Para turis mulai bermunculan. 



RAN sedang memerhatikan arahan tim kamera


Sisi kiri dermaga

"Ayo semuanya, sekarang menuju restoran dulu untuk sarapan pagi dan dilanjutkan dengan kegiatan selanjutnya, yaitu water sport." Kata Mba Wina.
*Hooraaaaayyyyy!* (kataku dalam hati)

Ngga perlu basa-basi lagi, langsung cussss ke restoran samping hotel. Ah sayangnya saya tidak mengambil gambar bagaimana keadaan di restoran yang dipenuhi makanan super lezat saat itu. Tak lain dan tak bukan, yaa karena keburu laper itu. Hehehe

Yang pasti semua menunya komplit, ada indonesian food, western food, pastry, bread yaah semuanyalah pokoknya. 


Resto di penuhi oleh Mr, Ms, and Mrs. sedang menikmati sarapan paginya

Selesai sarapan, kami berkumpul kembali di tempat tadi. Kamipun bersiap untuk melakukan kegiatan watersport. O iya, sebelum berangkat snorkeling, ada pengambilan gambar terlebih dahulu untuk Mba Elisa, karena doi ngga bisa full ikut kegiatan sampai besok alias sampai hari kedua saja. 


Mba El take a shoot

Sebelum berangkat, selfie dulu ah bareng mas No. hehehe



Jangan baper yaa *wink

Shoot sudah selesai, kamipun langsung berangkat menuju TeKaPeh --> (Gili meno, gili air) menggunakan speedboat. Ngga perlu waktu lama, 10 menit saja, kamipun sampai di Gili meno. Saatnya main air!

Lagi-lagi merasa sangat kecewa, karena disini tak banyak mengambil gambar. Saat itu, aku memang belum punya kamera underwater. *fiuh



On a speedboat *abaikan wajahku yang kusut itu yaa

Cukup lama kami menghabiskan waktu untuk snorkeling. Apalagi snorkeling dilakukan tidak hanya di satu tempat. Lama-lama, brrrrrrr kerasa dingin juga. Untungnya, ngga lama setelah merasa kedinginan itu, tim langsung menuju Villa Karang di Gili Air untuk makan siang. *aku lafaaaaarrrr
Sedihnya, Mba El & Tulus ngga bisa ikut gabung lagi karena harus kembali ke Jakarta. 

Sampai di Villa karang, langsung menuju ruang ganti untuk mengganti bajuku yang basah. Setelah rapi dan oke, aku langsung menuju atas untuk makan. Yummyyy.

Ini resto tempat makan siang kami


View from resto


Wahyu beraksi


Pak Agus pun tak mau ketinggalan mengabadikan momen

Selesai semuanya, saatnya kami kembali menuju hotel. 



Mas Yuki (depan), Mas Obot (Pakai tas), Mba Marsya, Mas Asta, yang baju merah lupa. hihi maaf


Mereka minta aku fotoin ala-ala candid padahal ini berpose abissss hehehe


Bye Gili Air, speedboat sudah menantiku


Disini, aku sempet ditolong Mas Asta untuk naik speedboat karena ombak yang ga mau diem plus rada tinggi juga sebetulnya pijakan speedboatnya.


Di perjalanan, dilakukan shoot testimoni untuk Wahyu. Alhasil, kami berhenti sebentar di tengah lautan. Panas sih, tapi seru karena penuh gelak tawa dan canda renyah karena Wahyu memang seorang entertain. 

Pukul 13.30 kami tiba di hotel, saatnya melepas lelah setelah beraktivitas tadi. Tapi, baru 15 menit selonjoran, HP ku berdering. Mas Obot yang menelpon ternyata. Katanya, aku disuruh bergegas ke tempat treatment & spa. Whaattttt? Ga perlu pikir panjang. Langsung saja ku ambil sandal dan ku kunci pintu kamar hotel menuju The Roemah Spa yang jaraknya cuma 10 langkah dari kamar hotelku. Sampai disana, Mas Obot bilang padaku untuk langsung saja memilih treatment & spa. Apapun! Tentu bukan dari Mas Obot ya tapi dari LISTERINE, karena semua pemenang juga dapet fasilitas ini kok termasuk Wahyu & Pak Agus pun dengan RAN.

Saat itu aku memilih body spa selama satu setengah jam dalam ruangan yang wangi karena aroma dari lilin aromatherapy. Pokoknya, LISTERINE manjain kami banget pemenangnya. Setelah lelah snorkeling ria, kami di spa, ah perfect! Saking enaknya dipijat, aku sampai ketiduran. Hahaha
Hari ini kegiatan kami memang tidak terlalu padat. Hanya snorkeling saja, tapi itu cukup menguras tenaga juga ternyata. 

Sorenya, kami berkumpul kembali di pantai untuk melakukan shoot lagu "Para Pemenang" ditemani api unggun pula. Malamnya, kami makan malam di restoran pinggir pantai dengan sinar rembulan plus RAN. Perfect kan?! :D


Shoot video clip Para Pemenang di malam hari (pengambilan gambar api unggun & kembang api)


Scene api unggun


Dinner di pinggir pantai, dibawah sinar rembulan bareng RAN 

Moment pas dinner ini juga amat mengesankan, karena secara dadakan RAN tampil di panggung yang tersedia di resto. Tiba-tiba lho, dadakan, mereka tampil cuma pakai kolor dan sandal jepit! Kapan lagi coba nonton mereka tampil secara live?! pas pake kostum yang biasa pula. Hehehe

Saat itu RAN sebetulnya menyanyikan 2 lagu, Dekat Di Hati dan Pandangan Pertama. Tapi aku hanya mendokumentasikan yang ini. Suka banget lagu RAN yang ini soalnya. Hehe
Seiring dengan turunnya RAN dari panggung, maka berakhir juga kegiatan kami hari ini. Setelah itu, kami menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.

Well, Hari kedua, DONE.

Tetap stay tune cerita part terakhirnya yaaa ^^
















Tuesday, April 26, 2016

ENDLESS LOVE




Setiap hari di lewati makin bertambah
Sayang, sayang dan sayang


Setiap detik masa tidak pernah jemu melepas
rindu, rindu dan rindu



Setiap hembusan nafas senantiasa bersama
perlu, perlu dan perlu



Tanpa ada perasaan di hati
Bibit bibit perkenalan dari hari ke hari
Semakin serasi,
dan perasaan pun terisi



Disaat keadaan benar-benar dirasai
Kata “mudah-mudahan” menjadi suara hati
dan timbul sebuah misteri



Yang telah menjadi chemistry
Diantara dua insanI



Sekian hari telah dilewati
Ternyata permintaan hati
mau kan sesama sendiri






Di awal perkenalan sekedar memerhati
Bait-bait kata seolah mengerti

Dari hari ke hari tanpa disadari

Maka terciptalah sebuah cerita cinta antara

AKU dan KAMU yaitu KAMI



By : Your Wifey

"Blowing you a kiss acrooss the miles"

Monday, April 25, 2016

4 PERKARA SEBELUM TIDUR





Rasulullah berpesan kepada Aisyah RA : "Yaa Aisyah, jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara. Yaitu :
  1. Sebelum khatam Al-Qur'an
  2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir
  3. Sebelum para muslim meridhoi kamu
  4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh."
Bertanya Aisyah : "Yaa Rasulullah, bagaimana aku dapat melaksanakanempat perkara seketika?"

Rasul SAW tersenyum dan bersabda :  
" Jika engkau tidur, bacalah Al-Ikhlas 3 kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al-Qur'an. Membaca shalawat untukku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafaat di hari kiamat. Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu. Dan perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh."



Sumber : Kitab Dzurrotun Nasihin

Friday, April 22, 2016

BERSERAKANNYA MAINAN, TANDA ANAK SEHAT TAK TERBANTAHKAN

Si kecilku Naura, saat ini usianya 3 tahun 1 bulan. Di usianya ini, ia tumbuh berkembang semakin aktif dan kritis. Rasa ingin tahunya semakin besar, ia kerap bertanya padaku, “ini apa bunda?” atau “Kenapa malam itu gelap bunda?” dan sejumlah pertanyaan lainnya yang terkadang membuat otakku berputar mencari jawaban yang tepat dan bisa ia mengerti.

Banyak orang bilang, mengasuh anak perempuan tak se-ekstrim anak lelaki. Namun faktanya tidak begitu, anak laki-laki maupun perempuan pasti memiliki sisi ekstrim sendiri. Hal itu karena, yaa namanya juga anak-anak. Mereka selalu melakukan apa yang mereka suka, bahkan seringkali melakukan apa yang tidak kita duga sebelumnya. (Ekstrim disini maksudnya kewalahan)

Seperti Naura, di usianya ini ia semakin aktif bermain. Jika bermain, segudang mainannya akan ia keluarkan semua. Tak jarang, mainan itu ia lempar kesana kemari. Lalu jika sudah bosan, ia tinggal begitu saja. Alhasil, rumahpun penuh dengan lautan mainan yang mendadak membuat saya pusing melihatnya.

Ini belum seberapa, mainan yang lain terserak diatas kasur dan meja rias. hehehe


Emosi? Ingin marah? Kesal? Saya akui, Iya. Wajar dan sangat manusiawi jika memiliki perasaan seperti itu. Apalagi, saya merupakan tipe orang yang sangat menyukai kebersihan dan kerapihan. Dulu saat sebelum menikah, satu lembar kertas tissue yang terserak sudah saya anggap hal yang mengganggu pandangan mata. Sementara setelah memiliki si kecil, saya harus akrab dengan pemandangan lautan mainan yang terserak dimana-mana seisi rumah.
Lantas apa saja tips saya dalam menghadapi si kecil yang tengah aktif-aktifnya ini? Berikut adalah tipsnya :

  • 1.   Membiarkan apa yang ingin dia lakukan. 
Membiarkan adalah satu-satunya solusi dalam menghadapi tingkah polahnya. Jika ia ingin memberantakan mainannya, biarkan saja. Lagipula menurut penelitian, anak yang suka memberantakan saat bermain bisa belajar lebih baik. Hal itu akan berpengaruh pada kemampuan kognitifnya yang dapat berkembang baik saat dewasa.

  • 2.    Memarahi bukanlah solusi. Jikapun ingin melatih anak agar mencintai kerapihan, ajarkan dengan perangai yang lembut secara perlahan.


Sesungguhnya hanya itu tips-tips yang saya gunakan. Ketika saya emosi dan ingin memarahi karena tingkahnya, saya selalu ingat bahwa kelak saya akan merindukan masa-masa ini. Saya tidak ingin merusak masa kecilnya dengan bentakan-bentakan yang kelak bisa meninggalkan kesan buruk dalam benaknya. Lagipula, bukankah berantakannya mainan merupakan tanda anak sehat tak terbantahkan kan?


Thursday, April 21, 2016

JALAN HATI

Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu. Ucapkan dalam hatimu : “Mungkin kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku.”


 Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah (dalam hatimu) : “Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada-Nya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku.”


 Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”


 Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah (dalam hatimu) : “ Orang ini memperoleh karunia yang tidak akan kuperolehi, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah ku capai, mengetahui apa yang tidak ku ketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”


 Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah (dalam hatimu) : “ Orang ini bermaksiat kepada Allah karena ia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku.”


 Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah (dalam hatimu) : “Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, mungkin di akhir usianya dia memeluk Islam dan beramal sholeh. Dan mungkin boleh jadi di akhir usia diriku kufur dan berbuat buruk.”

Sunday, April 17, 2016

SIAPA DIA? SIAPA DIRI INI??

Bismillahirrahmanirrahiim...

Siapa dia? Siapa diri ini?


Tatkala ku menghadap sebuah cermin
Tampak sesosok tubuh yang sangat lama ku kenal
Dan sangat sering ku lihat

Namun aneh,
Aku semacam belum mengenal
Siapa yang ku lihat itu?

Siapakah dia itu? Siapakah dia itu?

Tatkala ku tatap wajahnya
Hatiku bertanya
Apakah wajah itu yang kelak akan bercahaya
Bersinar indah di syurga sana?
Ataukah wajah itu yang akan hangus legam di neraka jahannam?

Tatkala ku tatap mata
Lubuk hatiku berbisik bertanya
Mata itukah yang akan menatap Allah Robbul'Alaamiin
Rasulullah Habibullah
Para sahabat Radhiallahuajm'in
Menatap dengan penuh kenikmatan dan kerinduan?

Ataukah mata ini yang akan terbeliak
Melotot, menganga terburai menatap neraka jahannam
Siksaan yang amat dahsyat?

Apakah mata yang tak terlepas melihat maksiat ini
Akan selamat dari azab disana nanti?

Wahai mata...
Apakah yang ditatap dan dilihat selama engkau hidup di muka bumi ini?

Tatkala ku tatap mulut
Apakah mulut itu
Yang kelak akan
Berkomat kamit penuh keyakinan
Mengucapkan Laa Ilaaha Illallah
Disaat malaikat maut datang menjemput?

Ataukah menjadi mulut menganga
Dengan lidah terjulur
Dengan jeritan memekik
Bergetar menakutkan setiap pendengar yang ada
Di saat sakaratul maut datang menjelma

Ataukah mulut itu menjadi pemakan buah zaqqum jahannam yang amat dahsyat
Menjadi pembakar, penghangus kerongkong dan usus

Wahai mulut yang malang
Apakah perkara yang engkau ucapkan?
Tipu daya, perkataan dusta, umpat caci, carut mencarut?

Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan?
Berapa banyak hati yang remuk hancur luluh
Dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu
Yang engkau ucapkan untuk menipu?

Wahai mulut yang malang
Sadarkah engkau
Betapa engkau jarang sekali
Menyebut memuji nama Tuhanmu yang tulus
Betapa jarangnya engkau
Dengan syahdu dan ikhlas
Memohon agar Tuhanmu mengampunimu

Tatkala ku tatap tubuh
Apakah tubuh itu yang kelak akan penuh cahaya
Bersinar, bersuka cita
Bercengkrama di syurga?

Atau tubuh itu yang akan tercabik-cabik hancur
Mendidih didalam lahar membara jahannam
Kemudian kembali utuh semula
Menanggung derita yang tak akan pernah berakhir

Wahai tubuh...
Berapa banyak maksiat yang telah engkau lakukan?
Berapa banyak orang yang telah engkau khianati dan dzalimi?
Berapa banyak hamba Allah yang lemah
Yang telah engkau tindas dengan kekuatanmu?
Berapa banyak orang datang meminta pertolongan
Tapi engkau buat acuh tak acuh tanpa peduli, padahal engkau mampu menolong?
Berapa banyak pula hak-hak orang lain yang engkau rampas?

Ketika ku tatapmu wahai tubuh...
Seperti juga ku renungkan isi hatimu
Apa isi hatimu sebagus kata-katamu?
Atau sebagus daki-daki yang melekat di tubuhmu?

Apakah hatimu segagah ototmu?
Atau ia selemah daun-daun yang mudah layu berguguran?

Apakah hatimu seindah penampilanmu?
Ataukah sebusuk kotoran pada pakaianmu?

Apa yang terzahir nampak di cermin
Dengan apa yang tersembunyi
Betapa ianya berbeda...

Apa yang terzahir nampak di cermin
Dengan apa yang tersembunyi
Betapa aku telah tertipu
Aku tertipu oleh topeng itu

Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng
Hanyalah topeng yang menipu belaka
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng yang ada
Betapa semua yang indah itu
Hanyalah topeng yang menipu

Sedangkan aku...
Hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus
Aku tertipu...
Aku MALU YA ALLAH...
Aku tertipu
Tertipu karena nafsu diriku

Wahai ALLAH...
Selamatkanlah aku.



Pesan : Mendidik diri, satu perjalanan yang tidak akan tamat kecuali dengan kematian. Jatuh bangun didalam perjalanannya adalah fitrah, bukan alasan untuk kelemahan.

Saturday, April 16, 2016

MENJADI PRIBADI LUAR BIASA, TAK PERLU SAMA

Bagi sebagian besar orang, yang namanya akhwat itu harus identik dengan sifat lembut, kalem, tidak bicara kasar, menjaga sopan santun dan lain sebagainya. Kalau mengenai ikhwan…yaa seorang yang identik dengan sifat tegas, pandai orasi, berwibawa, dll. Pantas saja kalau sebagian orang terheran-heran ketika ada seorang akhwat yang punya sifat “nyentrik”, dan menjadi kaget melihat ikhwan yang punya sifat lemah lembut.

 Ingatkah kita kisah teladan dari Rasulullah SAW dan para sahabat. Mereka adalah sosok yang mengagumkan. Bahkan 10 diantaranya dijamin masuk surga. Ada juga 4 pemimpin kaum hawa di jannah-Nya kelak, mereka berasal dari negeri yang berbeda-beda, dengan adat/kebiasaan yang berbeda, dengan sifat yang berbeda pula. Rasulullah SAW adalah seorang yang paling lembut terhadap istri dan anak-anaknya, sangat sopan terhadap para sahabat/shobiyahnya. Bahkan pada seorang kafir buta yang sudah tua. Setiap hari beliau menyuapi orang kafir yang buta ini, sampai beliau wafat. Saat Abu Bakar menggantikannya untuk menyuapi orang buta itu, ia bisa dengan mudah membedakannya. Tapi Rasulullah SAW adalah orang pertama yang "tidak terima" saat kaum kafir memusuhi islam. Sikapnya begitu tegas dan keras saat musuh-musuh islam itu merajalela.

 Ingatkah engkau dengan sosok Abu Bakar? Sosok ikhwan yang sangat menjaga kesopanan, lemah lembut terhadap sesamanya. Dari segi fisik, beliau adalah seorang yang bertubuh kurus, sampai celananyapun sering kedodoran. Walau beliau banyak harta, tapi tak menghalanginya untuk menjauhkan lambung dari tempat tidurnya.

 Beda lagi dengan Umar Bin Khattab. Secara fisik, sosoknya tinggi bear dan kekar. Sifatnya sangat tegas. Tapi tak jarang beliau ditemukan dalam keadaan menangis tersedu dalam shalat, bahkan sampai pingsan. Sosok yang selalu ingin bersaing dengan Abu Bakar ini, tak jenuh menanyakan pada Rasulullah SAW tentang apa-apa yang bisa membuatnya lebih dekat dengan Allah SWT.

 Utsman Bin Affan, seorang ikhwan hartawan yang sangat pemalu, bahkan malaikatpun malu kepada beliau. Tak enggan memberikan harta di jalan Allah, itulah karakteristiknya.

 Lain lagi dengan Ali bin Abi Thalib. Beliau seorang pemuda yang sangat bersahaja. Pemuda pertama yang memeluk agama Islam. Pemuda yang sangat menjaga hati terhadap lawan jenisnya, sampai Allah 'menghadiahkan' sosok lembut Fatimah binti Muhammad sebagai pendamping hidupnya. Walau keduanya sudah 'ada rasa' sebelumnya, tapi mereka berusaha untuk tidak mengekspresikan sebelum saatnya tiba. Masya Allah...

 Ummahatul Mukminin, para wanita yang mendapat kehormatan mendampingi Rasulullah SAW, wanita dengan karakter luar biasa. Mereka semua memiliki karakter berbeda-beda dan memiliki keunggulannya masing-masing. Semua punya keunggulan amal, punya akhlak mulia yang luar biasa.

 Siti Khadijah, sosok keibuan yang tiada bandingnya di hati Rasulullah SAW. Bahkan Rasul pun sering menyebut namanya walau beliau sudah tiada hingga Aisyah cemburu dibuatnya. Khadijah adalah sosok penuh pesona, walaupun beliau seorang janda, seorang hartawan dan bangsawan, tapi tak membuatnya bimbang untuk menyerahkannya demi kemun-tijahan Islam.

 Aisyah adalah sosok wanita dengan kedalaman ilmu yang sangat luar biasa. Bahkan seorang sahabat berkata, "Kalau ilmu Aisyah ditukar dengan ilmu para wanita di dunia, niscaya tidak sebanding dengannya. Hafalan hadistnya tidak perlu diragukan, kepandaiannya dalam ilmu kedokteran dan sastra, tak perlu di sangkal."

 Hafshah binti Umar adalah seorang pemelihara Al-Qur'an.

Ummu Salamah adalah istri Rasulullah SAW yang pertama masuk madinah.

Ummu Habibah adalah mukminah yang amat setia terhadap agamanya.

Juwairiyah binti Al-Harist adalah wanita pembawa berkah besar bagi kaumnya. Para Shohabiyahpun tidak perlu di ragukan lagi.

Asma' binti Abu Bakar ialah sang pemilik dua ikat pinggang.

Ummu Khultsum binti Ali ialah bidan muslimah pertama.

Sumayyah binti Khayyah ialah syahidah pertama dalam Islam.

Ummu Umarah ialah prajurit mukminah.

 Dan masih banyak lagi...

 Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan kita? Silakan memilih teladan yang paling dikagumi, karakter yang paling sesuai diterapkan dengan diri pribadi. Jangan sampai tidak memilih sama sekali, begitu sindiran seorang ustadz.

 Kawan, sekali lagi mencontoh bukan berarti harus sama. Kita tetap bisa menjadi diri sendiri. Tinggal mengoptimalkan berjuang meraih ridho-Nya. Sungguh, masing-masing dari kita pasti memiliki kecenderungan yang berbeda, punya sifat yang tidak sama, punya amal unggulan yang berbeda, asalkan tidak melanggar syariat-Nya. Malu rasanya diri ini mengingat pribadi-pribadi luar biasa yang disebutkan diatas.

Ada teman yang sangat mendahulukan shalat di awal waktu dengan berjamaah. Ada yang senang membangunkan teman kost untuk sholat malam, mengirim SMS tausyiah berkesinambungan, puasa senin kamis yang selalu di laksanakan, hafalan Qur'an yang sungguh mengagumkan,karakter yang sangat pandai menyemangati para stafnya, sosok yang tak kenal lelah yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Sholat Dhuha yang tak pernah ditinggalkannya.

 Ada akhwat yang sangat sopan dalam berkata-kata, ada pula yang dengan semangat mengutarakan ide gagasannya. Ada Ikhwan yang sangat tegas walau dalam keadaan bercanda, ada pula yang sangat sopan dan menjaga tata krama. Semua karakter itu, semua sifat itu adalah anugerah dari Allah untuk kita.

Seorang yang pandai berorasi, sangat tepat ditempatkan di barisan terdepan saat aksi.
Seorang yang sangat pandai dalam entrepreneur, sangat diperlukan dalam menyokong dana.
Seorang konseptor sangat diperlukan untuk menyumbangkan ide dan gagasannya demi kegiatan yang tepat sasaran.
Seorang yang ahli dalam kerja-lerja teknis sangat diperlukan untuk merealisasikan konsep yang cemerlang.
Seorang yang 'pelit', sangat cocok ditempatkanpada posisi bendahara.
Seorang yang senang shopping dan wisata kuliner, pasti tepat ditempatkan dibagian konsumsi. Seorang yang hobi berpetualang, akan cocok untuk menentukan tempat yang tepat untuk sebuah kegiatan.
Bahkan seorang yang suka kebut-kebutan akan sangat diperlukan untuk menjemput pembicara.

 Dari sisi kelemahan selalu ada sisi kebaikan. Maka, dalam barisan kebaikan ini, tiada yang sia-sia. Allah SWT menciptakan semua perbedaan itu agar kita salin g menguatkan. Bukankah sebuah taman akan tampak lebih indah dengan bunga-bunga den kupu-kupu yang berbeda-beda warnanya?

Thursday, September 17, 2015

LISTERINE WUJUDKAN MIMPIKU : NGEDATE BARENG RAN & TULUS Part 2

Alhamdulillah, setelah beberapa lama dijangkiti penyakit malas yang tak kunjung mereda, tulisan ini akhirnya rampung juga. Menyambung cerita dari cerita sebelumnya yaa. Ayo yang belum baca cerita awalnya, baca dulu ya biar nanti nyambung. :D
Nih kalo mau baca yang pertama, kamu bisa baca disini.
Rabu, 29 Juli 2015


Pukul 02.30 aku terbangun, langsung ku bergegas mandi. Wow “gasik” banget yah mandi jam segitu.  Yup, soalnya semalam aku diberitahu Mas Obot kalo besok pagi kita bakal check out jam 4 dan terbang sekitar jam 6 pagi. Well, baru aja kaki mau melangkah ke kamar mandi tiba-tiba nada notifikasi BBM berbunyi, *tung*. Segera ku ambil HP dan ku buka, siapakah gerangan yang BBM ku sepagi ini?
Ooh ternyata dari Mba Elisa, katanya dia on the way menuju hotel. Sekitar 10 menit lagi juga sampai. Fine, aku mending tunggu Mba El aja dulu. Kenapa? Karena kalo aku masuk kamar mandi dulu, ngga jamin setengah jam bisa selesai. Apalagi kamar mandi senyaman macam tu. *heheheheheh* Ngga lucu kan kalo Mba El berdiri terpaku seorang diri depan pintu kamar gara-gara nunggu aku yang notabene malah terhanyut dengan aktifitasku di kamar mandi? Soalnya kalo udah di kamar mandi, suara apapun di luar ngga bakal bisa ku denger, termasuk suara bel. Karena  kalah sama suara air yang ngisi bath tub.  

10 Menit berlalu, bel kamar pun berbunyi, *ting tong ting tong*, ku buka pintu kamar dan, “Selamat pagi Bu, ini kami mengantar teman yang ingin bertemu dengan ibu.” Kata seorang staf yang mengantar Mba El ke kamarku. “Oh iya Pak, terima kasih.”
Mba El masuk dan langsung menyeduh secangkir  teh  hangat, akupun masuk ke kamar mandi.

45 menit berlalu, ah segarnya badan ini kalo udah kena air. Apalagi berendem di air hangat yang tentu bikin badan kembali rileks. Selesai mandi, ku lihat Mba El tertidur dengan bedcover yang menyelimutinya sampai leher.  Hmm, kasian Mba El. Mencuri waktu untuk bisa beristirahat karena semalam hampir tak ada waktu untuknya beristirahat akibat dikejar lembur. 
Ku lirik jam, rupanya masih ada waktu setengah jam. Ku isi waktu itu dengan merapikan seluruh barang bawaanku agar jika nanti ada calling dari pihak EO tinggal caw aja.

 20 menit kemudian, HP ku berdering. Rupanya telfon dari Mas Obot, segera ku angkat.

“Halo, “
“Halo Mba Eki, gimana? Udah siap?”
“Oh iya mas, ni udah siap kok.”
“Ya udah mbak nanti ke bawah ya, saya tunggu di lobi.”
“Oke mas.”

Kamipun bergegas merapikan barang kami. Sebelum keluar, kami pastikan lagi bahwa tak ada barang yang tertinggal. Setelah yakin, kami langsung menuju lobby. 

Sampai disana, Mas Obot dan 2 rekan EO lainnya yaitu Mas Yuki daaaaan (Yang satunya lupaaaaa!) sudah staytune di Lobby. Kamipun segera ke tempat receptionist untuk Check Out. (Yah kan, CO nya kepagian jadi ga dapet breakfast deh. Harusnya tadi malem aku request aja ya waktu receptionist nawarin mau nyiapin breakfast yang bisa takeaway. *kataku di relung hati terdalam. Jiaaaah) Setelah checkout, aku dan Mba Elisa langsung menuju Taxi yang sudah menunggu di depan. Kami masuk terlebih dahulu sambil menunggu Wahyu dan Pak Agus datang. Kabar terakhir yang kami tangkap soalnya Wahyu masih lagi sholat. Tak lama, merekapun datang dan kami langsung OTW menuju Bandara Soekarno Hatta.

30 Menit kemudian kami sampai di airport. Waaah ternyata disana semua sudah berkumpul (EO, PH dan Agency). Salah satu pihak EO pun membagikan tiket untuk kami, setelahnya kami langsung cus check in. Setelah itu, kami mampir sebentar di sebuah resto untuk sarapan. (Yeayyy, finally perutpun akan terisi *senyumlebar)

Sudah selesai semuanya, aku bersama rombongan bergegas menuju ruang tunggu pesawat. Disana, ku lihat seorang lelaki yang berbeda dari yang lain, wajahnya begitu bening, gagah dan wow ternyata Mas Asta sudah menanti disana. (Pantes aje bening, artis gitu loh.)

Tak lama, Mas Nino, Mas Rayi dan Mas Tulus pun terlihat memasuki ruang tunggu.
Whoaaah, aku merasa sangat sangat bersyukur. Hal ini sama sekali tak pernah ku impikan sebelumnya. Menunggu pesawat bersama para artis ibu kota  dalam satu ruangan, pun akan satu pesawat, ngga Cuma itu aku juga akan menghabiskan waktu 3 hari bersama mereka di Lombok. Bayangkan, 3 hari bersama-sama! (Ngobrol bersama bertatap muka, bercengkrama bersama, makan bersama, pokoknya dimana ada mereka ya ada kami juga. ) Sungguh ini sebuah hal yang luar biasa.

20 menit kami menunggu, akhirnya panggilan untuk memasuki kabin pesawat pun terdengar. Segera kami menuju pesawat Garuda Indonesia. Hmm, memasuki ruang pesawat hatiku mulai dihantui rasa takut. This is my 1st time journey using airplane!
Namun tak ku biarkan rasa takut itu menjalar ke seluruh tubuhku. Ku pasrahkan segalanya Pada-Mu Ya Allah. Untunglah Al-Ma’tsurat tak lupa untuk selalu ku bawa. Untuk menghilangkan rasa takutku, ku baca Al-Ma’tsurat sebelum pesawat take off. 

90 Menit kemudian…

Suara merdu pramugari membangunkan tidurku yang sebenarnya tidak terlalu lelap. “Bapak, Ibu selamat datang di Lombok. Sebentar lagi kami akan mendarat di Bandara Internasional Praya.”
Alhamdulillah, sudah sampai rupanya. Akupun bersiap, mengencangkan sabuk pengamanku , merapikan headphone dan menegakkan tempat duduk. Terdengar suara roda pesawat yang menyentuh landasan. 10 Menit kemudian kami di persilahkan keluar. Yeaaaayyyyyy, Lombok! Here we come!

Akupun keluar bersama rombongan artis, EO, PH dan Agency. Sebelum meninggalkan bandara, kami melakukan pengambilan gambar terlebih dahulu. O My Allah, ini pengambilan gambar yang pertama! Shoot dilakukan saat kami sedang dikalungkan kain khas Lombok lalu para artis RAN dan TULUS datang dari belakang daaaaaan………………

memeluk kami! Jiaaaah, hahaha jangan mikir kayak gitu ya. Wkwkwk :P
Mereka datang lalu mengagetkan kami! Duuuh acting depan kamera ternyata bikin aku grogi juga. Banget malah! Sementara akan ada banyak pengambilan shoot disana. “Ya Allah semoga semua dilancarkan dan dimudahkan. Aamiin” Doaku dalam hati.

Nah ini dia hasilnya, bisa di lihat di video klipnya yaa ^^

Selesai, kamipun segera menuju bus. Aku bersama 3 pemenang yang lain dan Mba Wina memasuki bus terlebih dahulu sembari menunggu RAN dan TULUS yang sedang dikerubungi masyarakat yang ingin berfoto bersama mereka. Tak lama, merekapun memasuki bus. Mas Nino duduk di belakang bersebrangan denganku. Mas Rayi dan Mas Asta duduk persis di belakangku, sementara Tulus duduk di kursi paling belakang.  Setelah semua personil lengkap, kami pun berangkaaaat menuju Green Asry, tempat dimana kami akan mengisi perut. Hehehe

 Ketika Wahyu Galaxy beraksi, "We are man with glasses." katanya

Sepanjang perjalanan, aku sibuk melihat kiri kanan jalanan kota Mataram dan mendengarkan guide yang berbicara di depan seputar Lombok. Ia juga bilang perjalanan menuju rumah makan yang kami tuju memakan waktu 1 jam. Seisi bus pun ramai karena obrolan para penghuninya. Namun obrolan yang paling menonjol adalah obrolan wahyu dengan Mas Rayi dan Mas Asta seputar pengalamannya. Ia bercerita pengalamannya yang sering mengikuti berbagai ajang pencarian bakat. Mulai dari Indonesian Idol, X-Factor, Indonesia Mencari Bakat, sampai DMD Show. WOW! 

Ia juga memberitahukan aksinya saat bermain hulahoop pada Mas Rayi dan Mas Asta, otomatis semua penghuni bus tertarik dan acara nonton bareng aksi wahyupun tak terelakkan. Wahyupun berkata bahwa ia memiliki lagu ciptaannya sendiri. Mendengar hal itu Mas Nino langsung request Wahyu untuk menyanyikan lagunya. Gelak tawa seisi penghuni Bus langsung terdengar karena liriknya jenaka dan pembawaannya pun sangat menghibur.Perjalananpun mulai berwarna.
Ya Allah, aku mimpi apa. Aku bisa tertawa bersama mereka yang dulu hanya bisa ku lihat di layar kaca. Kami bahkan berinteraksi langsung, saling bercerita. Ah, MasyaAllah sekali nikmat-Mu ini. Terima kasih Ya Allah..

Tak terasa akhirnya kami sampai di tempat makan. Seperti namanya, GREEN ASRY suasananya memang green banget. Sebuah rumah makan dengan sawah yang tengah menghijau di tengah-tengahnya. Kebayang dong gimana asrinya? Manjain mata banget! Nih penampakannya.

Sawah ini posisinya di tengah-tengah lho. Asri banget kan? :D

Candaan yang tertangkap kamera. Kata Mas Nino ke Mas Tulus, "Silahkan masuk mas, sudah kami siapkan semuanya."

Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan bangsal untuk kemudian menyebrang menuju Gili Trawangan. Pak Guide bilang, perjalanan kesana menempuh waktu kurang lebih 1 jam juga. Sepanjang perjalanan menuju pelabuhan Bangsal, kami disuguhi panorama alam yang indah luar biasa. That’s why seisi bus pun kebanyakan terdiam menikmati indahnya pemandangan di kiri kanan jalan. Kontur jalanannya berliku, menanjak dan turun dengan bukit di sisi kanannya dan pantai di sisi kirinya. Perfecto!

Kamipun melewati Bukit Malimbu 1, bukit yang terkenal itu lhoo. Namun kami tidak turun, sesuai saran guide kami akan turun di Bukit Malimbu 2 saja, letaknya tak jauh dari Bukit Malimbu 1. Sampai di Bukit Malimbu 2, kami berhamburan turun untuk melihat indahnya pemandangan Pantai Senggigi dari atas bukit ini. Suara klik kamera pun mulai terdengar ramai. Kami sibuk mengabadikan gambar diri atau keindahan bukit. Selfie atau wefie juga banyak kami lakukan disini. Di bukit ini pula RAN dan TULUS melakukan pengambilan shoot.

Beautiful Bukit Malimbu 2, Lombok, Indonesia

Foto dulu disini, sebuah keharusan! Indah kaaaan? :D

Para pemenang (minus pak Agus) dan Mba Wina, Manajer Marketing Listerine

Selesai shoot, foto dulu dong with RAN & TULUS

Setelah di rasa cukup puas, kami melanjutkan perjalanan yang hanya tinggal beberapa menit lagi sampai. Benar saja, tak lama kamipun sampai di Pelabuhan Bangsal. Sampai disini, kami turun dan segera menaiki fast boat yang sudah menanti.

Akhirnya, sampai juga di Pelabuhan Bangsal

Mulai memasuki boat, eh liat noh Mas Nino sama Mas Asta udah nyantai aja :P

 Suasana di dalam boat

25 menit berlalu, kamipun sampai di Gili Trawangan. Yeaaaaaayyyyy! *angkat kedua tangan ke atas.
Disana, kami sudah di tunggu oleh Cidomo yang akan mengantar kami ke Hotel tempat kami menginap. Suasana di Gili Trawangan begitu ramai, banyak café atau bar di sepanjang bibir pantainya. Gili ini dipenuhi para turis mancanegara, orang lokal justru hanya beberapa. O iya, orang bule lebih suka nyebut gili ini dengan sebutan Gili Tralala lho. Tau sendiri kan Tralala itu sebuah kata yang biasanya banyak kita temukan di lirik lagu anak-anak sebagai ungkapan kebahagiaan. Pun dengan Gili ini, penuh tawa kebahagiaan, katanya.

Tak butuh waktu lama untuk menuju Hotel,  hanya 10 menit kami sudah berada di Lobi Hotel atau Café depan hotel sih lebih tepatnya. Sejenak aku duduk santai melepas lelah sekaligus menikmati pemandangan Gili dengan pantainya yang indah sambil menunggu tim  EO melakukan check in. Tak lama, kamipun di beri kunci kamar  dan  kami langsung caw mencari posisi kamar. Aku dan Mba Elisa pun segera bergegas. Cukup lama kami mencari, ini karena kami tak diantar oleh pihak hotel. Kami berkeliling mengitari seluruh kamar, hingga bertemu dengan petugas disana dan kamipun di antar. Kyaaaa! Ternyata kamar kami ada di depan. Tak jauh dari Café tempat kami menunggu tadi. *GUBRAK! Yaaa ampun tiwas udah ngitarin seluruh kamar hotel ternyata kamarku ada di depan! Ga jauh dari café pula!*


Wowww, kamarnya strategis banget. Bersyukur banget kami kebagian kamar hotel dengan posisi yang super strategis ini. Sebuah kamar bertipe Lumbung Tradisional yang kesemuanya memang tradisional. Kamipun langsung merebahkan badan diatas kasur empuk hotel. Kami waktu 50 menit untuk beristirahat sebelum disusul dengan jadwal selanjutnya yaitu Clip Shoot. Nikmatnyaaaaaaaaa..
Ini dia penampakan kamar hotelnya.

The Balcony

Tempat dimana aku beristirahat selama di Lombok

Kamar mandi outdoor yang kalo mandi, bikin hatiku dag dig dug ser takut ada yg kepo-in

Wastafel dan meja rias

Stairs

Pemandangan dari atas balkon

Ini spot favoritku. Buat nyelfie, enak bangetttttt :P


Waktu 50 menit terasa seperti 5 menit saja. Untunglah badan kembali fresh meski beristirahat hanya 20 menit (karena 30 menit sisanya diisi dengan kegiatan mandi dan beres-beres). Handphone ku pun bordering, mas Obot rupanya.
“Halo, Mba Eki udah siap semua kan? Sekarang kumpul lagi ya di depan. Di tempat tadi.” Katanya
“Siap Mas!” jawabku

Aku dan Mba Elisa segera bergegas menuju café. Clip shoot akan diambil di Ombak Sunset, jadi kami kesana menaiki cidomo kembali. Sampai disana, aku disambut dengan pemandangan pantai yang luar biasa. Kebetulan pantainya sedang surut, sehingga kami bisa berjalan hingga ke tengahnya. Di pantainya juga terdapat ayunan, tak jauh dari bibirnya. Kami melakukan shoot berlatar belakangkan sunset disini. Masya Allah, INDAH PAKE BANGET! Apalagi ada RAN dan TULUS juga, jadi makin indah deh. *kedipinmata

Pengambilan shoot di ayunan

On the way to Ombak Sunset. Kita naik Cidomooooo :D


Welcome to Ombak Sunset

Pantainya kebetulan lagi surut

Sunset disana

Ngeksis dulu ah disini xixixi

Berfoto bersama mereka, minus mas Asta.

Cukup lama kami mengambil clip shoot disini, yaitu 4 jam. Dari mulai jam 14:30 sampai 18:30. Setelah itu, kami menuju restoran untuk makan malam. Setelah makan malam, kami melakukan take sekali lagi dengan para pemain Fire Juggling, sembari bermain kembang api. Setelah itu kami menuju restoran kembali karena ada beberapa kegiatan lagi yang akan kami lakukan disana diantaranya menyaksikan tarian Lombok, bermain game dan jamming session RAN & TULUS. Kegiatan berakhir pada jam 10 setelah itu barulah kami menuju kamar untuk beristirahat mempersiapkan tenaga untuk keesokan harinya.

Makan malam

Menu Makan Malam kitaaa

Penampilan tarian khas Lombok

Jamming Session RAN & TULUS sebagai penutup kegiatan hari pertama di Lombok

Nah, ini nih waktu main battlefield

Ini salah satu permainan juga sebagai hukuman tim RAN yang kalah main battlefield tadi. Kita disuruh kayang lewatin tongkat yang semakin turun, namanya LIMBO.

Nah, sekian dulu deh nyambungin ceritanya yaaa..
Sampe hari pertama aja dulu ya, besok besok dilanjut deh ke hari kedua dan ketiga di Lombok.
Sekarang ay merasa sangat ngantuk, jadi mau nyambung bulu mata dulu. Xixixi
See you next post :D *dadah cantik ala syahrini